Senin, 12 Januari 2015

NIHIL

Biru, merah, hijau, semuanya berputar karena daya. Dengan diiringi alunan musik, sempurna sudah malam ini. Hanya saja, tanpa ada pembicaraan antara aku, tak ada lawan bicara. Hanya piring kosong ditemani garpu dan segelas minuman penghangat yang sudah hampir habis.

Ini sepertinya lagu keberapa yang diputar. Pria dan wanita silih berganti keluar masuk tempat ini, hanya saja aku yang tak berubah. Diriku dengan segelas minuman ini hanya sendiri. Tepat sekali. Sendiri. Masih dalam posisi yang sama, memegangi sebelah kepala, dengan tangan kanan bertautan minuman.

Nampaknya hari sudah mulai pagi,tapi aku masih menganggap ini sore hari. Aku tidak mau segera berakhir. Kebebasan, kesendirian, dan penantian.

Ya, sudah kuduga kursi dihadapanku tetap kosong hingga pagi. Hanya khayalku saja kalaupun itu terisi. Bodoh, memang bodoh diriku, yang tetap mempercayainya. Dan terlebih, kebodohan ini bukan hanya untuk pertama kali, entah ini kali ke berapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar